Jakata (03/04), Jokowi tengah memberikan Orasi Ilmiah dihadapan peserta wisuda UPDM(B) (Media Publica/Gina)
Jakata (03/04), Jokowi tengah memberikan Orasi Ilmiah dihadapan peserta wisuda UPDM(B)
(Media Publica/Gina)

Jakarta, Media Publica – Acara Dies Natalis ke-52 Wisuda Sarjana dan Magister Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Rabu (03/04) berlangsung khidmat. Dies Natalis tahun ini mengusung tema “Menciptakan Lulusan Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) yang Profesional, Kompeten, Beretika dan Berdaya Saing  Dalam Pasar Kerja” yang berlangsung di Plenary Hall, JCC, Senayan, Jakarta Pusat.

Namun ada yang spesial dari acara wisuda tahun ini. Kehadiran Joko Widodo Gubernur DKI Jakarta, dalam rangka memberikan orasi ilmiah bertema “Membangun Kemandirian Bangsa melalui Inovatif Interpreuneurship dan Kearifan Lokal” yang mampu membangkitkan antusias peserta wisuda maupun undangan yang hadir.
Jokowi pun sempat disoraki ratusan peserta wisuda karena dirinya yang salah menyebutkan nama kampus ketika memberikan sambutan. “Selamat pagi para peserta wisuda dari Universitas. Prof. Dr. Mustofa,” kata Jokowi. “Moestopo pak,” jawab para wisuda. Ia pun menjelaskan bahwa salah mengucapkan kata itu hal biasa bagi dirinya. Oleh sebab itu, dia meminta dimaklumi oleh para peserta wisuda. “Keseleo-keseleo dikit kan ndak apa-apa. Gubernur kan nggak selalu benar,” jawab Jokowi.
Melalui orasi ilmiahnya, Jokowi mengatakan seluruh wisudawan sebaiknya tidak perlu menunggu orang lain atau perusahaan datang. Seharusnya, lulusan Moestopo mampu memberikan lapangan pekerjaan bagi orang lain. Karena peluang yang dihasilkan cukup besar, jika ingin berwirausaha tak perlu berpikir panjang.
Selain itu, terdapat beberapa poin kunci kewirausahaan seperti pelajaran yang dipetik, peluang, motivasi, serta berani mengambil risiko.”Kewirausaahan tidak hanya bermanfaat di dunia kerja, tetapi di dunia birokrasi atau dunia manapun. Selama menjadi walikota, saya sudah merasakan itu,” jelas Jokowi.
Motivasi yang diberikan oleh Jokowi inipun diilhami oleh Susi Susilowati wisudawati program Magister UPDM (B), karena dirasa mampu memberi semangat kepada lulusan Moestopo. “Untuk mengembangkan ilmunya di lapangan, supaya kita juga berharap dapat membuka lapangan pekerjaan kepada masyarakat yang masih membutuhkan,” tutur Susi.
Terkait link pekerjaan, salah satu lulusan S1 Fikom, Rijal Sampurna menjelaskan, “jujur sampai saat ini belum dapet apa-apa. Cuma dari beberapa info yang ditempel di kampus, sudah cukup  membantu,” ujarnya. Disisi lain, kedatangan Jokowi bukan hanya sekedar untuk menghadiri undangan semata. Akan tetapi, adanya Gubernur DKI itu juga untuk mengadakan kerjasama antara Pemda DKI dengan UPDM (B). Seperti yang dijelaskan oleh drg H Hermanto JM, SKG MM selaku Ketua Yayasan, “kemungkinan ada kerjasama dan menjalin suatu networking dengan Pemda DKI. Lulusan dari Moestopo, kemungkinan dapat bekerja di Pemda DKI. Karena nanti, banyak orang-orang Pemda DKI yang akan kuliah di Moestopo,” jelasnya.

Ketika ditanya mengenai tanggapannya mengenai para wisudawan, Jokowi mengatakan, “saya melihat semuanya cerah dan optimis.  Semoga bisa cepat dapat pekerjaan, bisa memanfaatkan peluang dengan menerapkan ilmu yang sudah dipelajari dikuliah,” ujarnya.

Reporter: Verrel Yudistira P. & Prabawati Sriningrum

Editor: Prabawati Sriningrum

1,091 total views, 4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.