Published On: Mon, Mar 11th, 2013

Seluruh Pintu Masuk Ke Bali Ditutup Saat Nyepi

Bali (28/03/2012), Suasana Pelabuhan Padangbai di Bali. Pelabuhan ini menjadi salah satu pintu gerbang wisatawan dari Bali ke Lombok dan sebaliknya. Sumber: Kompas

Bali (28/03/2012), Suasana Pelabuhan Padangbai di Bali. Pelabuhan ini menjadi salah satu pintu gerbang wisatawan dari Bali ke Lombok dan sebaliknya.
Sumber: Kompas

Denpasar, Media Publica – Saat peryaaan Nyepi, Selasa (12/03) seluruh pintu masuk ke Pulau Bali, mulai dari pelabuhan hingga bandara, akan ditutup total. Pada hari raya tersebut, sesuai Catur Brata Penyepian, umat Hindu tidak boleh pergi keluar rumah.

Terkait penutupan total ini, Pemprov Bali telah mengirimkan surat edaran bernomor 003.2/17319/DPIK kepada 34 instansi pemerintah dan swasta. Beberapa kementerian dan direktorat jendral, juga mendapatkan tembusan surat ini.”Gubernur sudah mengumumkan ke pihak-pihak terkait (red-soal penutupan akses keluar-masuk Pulau Bali),” jelas Kepala Biro Humas Pemerintah Provinsi Bali, I Ketut Teneng di Denpasar, Minggu (10/3).

Penutupan Bandara dan Pelabuhan akan berlangsung 24 jam, Selasa (12/03) mulai pukul 06.00 Wita hingga Rabu (13/03) pukul 06.00 Wita. Selain pintu masuk utama Bandara Ngurah Rai, Pelabuhan Gilimanuk, Pelabuhan Padang Bai, dan Pelabuhan Benoa Denpasar, aktivitas di pelabuhan-pelabuhan khusus bongkar muat bahan bangunan seperti di Celukan Bawang, Buleleng juga ditutup.

Meski tak beroperasi secara normal, pihak pengelola Bandara Internasional Ngurah Rai masih tetap menyiagakan sekitar 364 personel untuk mengantisipasi adanya penerbangan atau landing darurat. “Semua airlines diinformasikan mulai pukul 06.00 Wita besok sampai pukul 06.00 Wita Rabu tanggal 13 Maret, selama 24 jam tidak beroperasi. Namun, kami tetap menyiapkan petugas untuk stand by di bandara,” ujar Asisten Manager Hukum dan Hubungan Masyarakat Bandara Ngurah Rai, Alfasyah, dilansir Kompas.

Sebanyak 94 penerbangan rute internasional dan 207 penerbangan domestik dihentikan, karena ditutupnya bandara ini. Penerbangan pertama di Bandara Ngurah Rai pasca-Nyepi akan dimulai Rabu lusa pukul 09.00 Wita. “Nyepi kan baru selesai jam 6, kita kasih space sekitar 2 jam kepada penumpang untuk penerbangan perdana,” jelas Alfasyah.

Karena ini merupakan agenda tahunan, seluruh maskapai penerbangan dapat memahami dan akan melaksanakan kebijakan ini.

Sementara itu, PT Indonesia Ferry (Persero) Cabang Lembar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, juga menghentikan aktivitas pelayaran Lembar-Padangbai saat perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1935 ini.

“Aktivitas penyeberangan Lembar-Padangbai yang biasanya dimulai pukul 06.00 Wita ditiadakan saat Perayaan Nyepi tanggal 12 Maret,” kata Supervisor II (bagian operasional) PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Lembar Sukowarno.

Penutupan sementara waktu aktivitas penyeberangan itu mengacu kepada Surat Edaran Gubernur Bali. Pelayaran terakhir kapal penyeberangan dari Pelabuhan Padangbai adalah pada Senin (11/3) pukul 07.00 Wita, dan dari Pelabuhan Lembar pukul 21.00 Wita. Setelah perayaan Nyepi, pelayaran kembali dibuka, dengan penyeberangan dari Pelabuhan Lembar mulai Rabu (13/3) pukul 02.00 Wita, karena Pelabuhan Padangbai mulai dibuka pukul 06.00 Wita.

“Jadi, hanya sehari, dan hal ini sudah disoalisasikan kepada semua pihak terkait, dan penghentian sementara aktivitas penyeberangan saat Nyepi itu sudah menjadi kebiasaan rutin setiap tahun,” tandasnya.

Sumber: Kompas

Editor: Desy Setyowati