Published On: Sat, Mar 9th, 2013

Nasionalisme dalam Alunan Musik Bandanaira

“Tuhan masih sayang, Tuhan masih jaga, dari sabang sampai merauke. Aku Indonesia,”

penggalan lirik lagu Aku Indonesia, Bandanaira

Penampilan Bandanira dalam Java Jazz Festival 2013 Foto: Media Publica

Penampilan Bandanira dalam Java Jazz Festival 2013
Foto: Media Publica

Jakarta, Media Publica – Musik telah menjadi bagian bagi sebagian hidup masyarakat Indonesia, karena dengan musik mereka dapat mengekspresikan perasaannya. Mengidolakan sosok penyanyi hingga lirik lagu dan maknanya, menjadi ketertarikan sendiri bagi para pecinta musik. Musik sering kali dijadikan ekspresi ungkapan perasaan oleh banyak orang. Beragam perasaan tercurah dari lirik lagu yang tertuang di atas kertas, hingga kemudian dilantunkan oleh para pemilik suara merdu.

Sekitar empat tahun yang lalu, tepatnya pada Maret 2009 Bandanaira terbentuk. Bandanaira adalah duo yang beranggotakan Lea Angeline Simanjuntak (vokalis) dan Irsa Destiwi (pianis) yang telah meramaikan warna di belantika musik Indonesia. “Dalam konteks Bandanaira sendiri, musik dijadikan media untuk mengekspresikan kecintaan akan tanah air,” ungkap mereka kepada Media Publica.

Nama Bandanaira sendiri diambil dari nama sebuah pulau yang memikat hati di Timur Indonesia, Banda Naira, yaitu salah satu pulau di kepulauan Maluku. Nama tersebut dipilih karena dapat merepresentasikan Indonesia. Album perdana yang bertajuk ‘The Journey of Indonesia’ menjadi salah satu wujud rasa patriotisme mereka terhadap Indonesia. Tidak berhenti sampai disitu saja, pada tahun 2011 Bandanaira merilis album kedua dengan single berjudul Aku Indonesia.

Dengan genre musik jazz akustik, Bandanaira menanamkan nasionalisme diera globalisasi ini. Musik jazz adalah irama musik yang fleksibel, sehingga dapat digunakan untuk mengaransemen kembali lagu-lagu nasional serta daerah Indonesia. Perpaduan suara indah Lea dengan dentingan piano khas Irsa Dewi mampu memberikan kesan yang fresh, dinamis dan modern, sehingga dapat memberikan ketertarikan sendiri bagi para pendengarnya. “Bandanaira memilih jalur lagu-lagu patriotisme karena kami merasa bahwa generasi sekarang banyak yang tidak mengenal dan peduli akan lagu-lagu perjuangan dan daerah. Maka kami ingin sekali melestarikan lagu-lagu tersebut dalam kemasan yang baru dan lebih segar,” tuturnya melalui email Jum’at (8/03).

Ketika ditanya mengenai perkembangan musik di Indonesia dewasa ini, Bandanaira mengatakan bahwa, perkembangan musik di Indonesia sangat cepat dan maju. Menurutnya, banyak anak muda yang tertarik untuk bermain musik dan berbakat.

Pada hari musik nasional yang jatuh tiap tanggal 9 Maret ini, Bandanaira menuturkan hapannya bagi dunia musik Indonesia. “Kami berharap, para musisi nantinya lebih mengasah sisi  idealisme dan jangan takut untuk mencoba sesuatu yang baru. Tidak hanya selalu mengikuti pasar musik yang sedang marak,” ungkapnya kemudian.

Kecintaan kita terhadap Tanah Air dapat diwujudkan melalui beragam hal. Seperti halnya Bandanaira yang mewujudkannya melalui musik dan menularkan jiwa patriotisme kepada generasi muda melalui lagu-lagu yang dimainkannya.

Reporter : Mianda Aurani

Editor: Desi Widiastuti